Senin, 16 Maret 2009

Jangka Pembangunan di Indonesia

Dulu Orde Lama mencanangkan setiap langkah pembangunan berdasarkan Tap MPR melalui periode jangka pendek 5 tahunan, menengah, dan jangka panjang 25 tahunan pertama dst. Dirasakan lebih tertata dan terencana ditinjau dari aspek cita-cita dalam lorong waktu menuju masyarakat adil dan makmur sesuai amat UUD 1945. Bagaimana dengan Orde reformasi yang diharapkan "lebih" mampu membawa bangsa dan negara ini ke arah yang lebih baik? ternyata hasilnya siknifikan untuk didiskusikan.
Memang benar periode pemilihan legislatif & eksekutif dilakukan selama 5 tahunan, saya setuju anggaplah pembangunan jangka pendek dalam bidang politik dapat dilakukan dengan baik bahkan sistem demokrasi berlangsung lebih obyektif. Namun demikian apakah kesejahteraan rakyat dapat diatasi secara baik hanya dengan demokrasi? Terapan sistem lain dalam manajemen pemerintahan di beberapa negara cukup banyak yang berhasil menjadikan negara dan rakyatnya lebih sejahtera, aman, damai, dan terpandang. Bahkan di era milinium masih ada yang menerapkan sistem kerajaan dan "diktator" tapi masih tetap terkendali. Tidak salah mencotek pengalaman negara lain dalam mengatur rakyat dan negara tetapi ternyata negara super power seperti ASpun bergoyang dilanda krisis ekonomi. Jadi sistem demokrasi tidak serta merta membawa kemakmuran suatu negara. Namun demikian jangan salah duga, bukan berarti saya tidak setuju dengan sistem demokrasi. Sistem demokrasi ya ya ya tetapi simaklah perjalanan suatu pemerintahan di daerah atau mungkin juga di pusat.
Misalnya ketika seorang kepala daerah di suatu kabupaten/provinsi terpilih pada bulan delapan tahun 2005 untuk 5 tahun kedepan. Setelah terpilih, maka tahun pertama masa pemerintahan maka suasana sukacita menyelimuti sang pemimpin terpilh dan pendukungnya, selamatan disini, syukuran disana, dan sejenisnya, maklumlah nasib baik lagi berpihak. Sementara itu pihak yang kalah meskipun sering menyatakan dalam ucapan ah.. saya siap menang siap kalah. Ternyata ketika kalah siapa yang siap dan itu cepat sekali terlupakan bagi kebanyak orang yang memilih atau tidak, demikian juga yang menang sudah melupakan rincian dana yang dikeluarkan meski totalnya pasti ingat dan bahkan supaya lebih ingat dilebih-lebihkan. Yang juga terlupakan adalah tidak terasa sudah satu tahun berjalan masa pemeritahan, makanya rakyat perlu melakukan teken kontrak 3 bulan pertama, 6 bulan, dan 1 tahun pertama dan seterusnya. Tahun kedua mulailah membenahi roda organisasi, apaboleh buat orang dekat dan tim sukses wajib menjadi perhatian utama, bagaimana relevansi keilmuan/profesionalismenya dipikirkan kemudian. Maka tidak heran dasar pendidikan awal tidak menjadi jaminan ditugaskan dalam bidang yang sama. Berjalanlah pemerintahan itu, jelang tahun kedua akhir, tahun ketiga, tahun keempat awal eh...ternyata 1,5 tahun tahun lagi sepertinya pemilu sudah diambang mata, maka...bersiap-siaplah untuk itu. Berapa tahunkah yang dicurahkan untuk benar-benar membangun daerah dan rakyatnya. Jadi benarkah pembangunan berjalan lima tahunan?
Martapura, 17 Maret 2009
Prof.Dr.Ir.H.Idiannor Mahyudin, MSi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas komentar anda......